Mengatur Pengeluaran

Seorang petani di Jerman mengadopsi dua orang anak yang sangat cekatan. Setiap hari sepulang sekolah, kedua anak ini segera menuju ke ladang petani itu dan membantunya untuk mengolah tanah disana. Petani ini sangat ingin memiliki anak namun ia memiliki masalah dalam kesehatannya sehingga ia memutuskan untuk mengadopsi anak saja. Ia memiliki 4 anak yang ia adopsi dan ia memperlakukan semua anak-anaknya bagaikan sebuah keluarga. Selain bertani, keluarga ini juga giat dalam beternak. Kedua anak yang terakhir ia adopsi lebih cekatan dan lebih giat dibandingkan dengan kedua anak yang pertama. Anak-anak itu menjadi anak yang menyenangkan hati ayahnya karena kesediaan mereka dan kerajinan mereka dalam membantu sang ayah. Suatu ketika, saat panen tiba, petani tersebut memberikan kedua anak itu sejumlah uang yang cukup besar bagi mereka sebagai upah atas pekerjaan anak-anak itu. Kedua anak ini sangat senang dengan pemberian ayahnya dan mulai berpikir mengenai uang itu akan digunakan untuk apa. Ternyata, sekalipun kemana-mana bersama namun anak-anak itu memiliki perbedaan dalam menggunakan uang. Anak yang sulung mengambil sebagian uangnya untuk ditabung dan sisanya ia bawa ke kota untuk ia belanjakan. Anak yang bungsu pun demikian. Keduanya sama-sama mengambil sebagian saja. Sepulang dari kota, mereka berdua terlihat sangat senang sekali. Di tas mereka ada berbagai mainan dan makanan kesukaan mereka. Namun yang mengejutkan ayahnya, kedua anak itu pun membeli beberapa peralatan bertani seperti yang ayahnya miliki. Ayahnya heran mengapa anak-anak itu membeli pemotong rumput beberapa peralatan lainnya. Dengan senyum mengembang, anaknya yang sulung berkata kepada ayahnya bahwa mereka sangat senang jika bisa lebih membantu ayahnya. Selama ini mereka menganggap bantuan tenaga mereka untuk ayahnya masih kurang sehingga mereka membeli alat-alat untuk mereka pakai membantu ayahnya. Ayahnya tersentuh dan memeluk kedua anaknya itu. Ia bangga kepada dua anaknya yang sangat mengasihi sang ayah dengan membantu pekerjaannya. Semenjak itu, petani ini semakin sering memberikan banyak hal kepada kedua anaknya itu lebih dari siapapun juga.

Bapa yang di dunia saja senang dengan anak-anaknya yang mengasihi dia, terlebih lagi Bapa kita yang di surga. Tuhan mengasihi kita dan ia senang saat kita datang kepada-NYA. Saat hidup kita menyenangkan Tuhan, IA tentu saja mencurahkan berkat-berkat-berkat yang semakin bertambah bagi hidup kita. Sebuah kerinduan Tuhan untuk melihat kita diberkati. Kerajinan, ketaatan, usaha kita pasti memperoleh penghargaan dan upah dari Tuhan. Tuhan ingin kita mengalami berkat keuangan sebab adalah jauh lebih berguna jika uang menjadi alat di tangan kita orang-orang benar, daripada di tangan orang yang tidak mengenal Tuhan. Maka, marilah kita percayai bahwa kita memiliki hidup yang diberkati Tuhan. Rajinlah bekerja dan menyenangkan hati Tuhan, serta gunakan berkat-berkat itu untuk hal-hal yang berguna dan menyenangkan hati Tuhan supaya hidup kita senantiasa ada dalam berkat-berkat Allah.

Category: Uncategorized
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>